Kamis, 08 September 2011

Bubble Kredit Properti Diyakini Tak Terjadi

JAKARTA - Bubble kredit automotif dan properti di perbankan tidak akan terjadi, karena belum sempurnanya transportasi umum yang ada di Indonesia khususnya di Jakarta.

"Kalau melihat solusi alat transportasi itu belum terpenuhi, kebutuhan alat transportasi itu masih akan terus ada," ujar Direktur BNI Darmadi Sutanto, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (25/7/2011).

Dia mengakui turunnya penjualan automotif pada semester I-2011 ini lebih disebabkan kurangnya permintaan dari Jepang, sedangkan suplai kendaraan bermotor ini tetap. BNI sendiri dalam pembiayaan kredit automotif bekerja sama dengan multifinance.

"Price dari mobil juga tidak signifikan naik, karena penguatan rupiah. Kita optimistis tidak akan terjadi bubble, selama transportasi publik belum bisa terpenuhi ya," tukasnya.

Untuk bubble kredit di bidang properti, dia menjelaskan kalau BNI hanya membiayai first house, apartemen kecil, di mana rumah-rumah terlalu besar akan dibatasi. Hal ini juga menjadi salah satu antisipasi adanya bubble kredit ini.

"First buyer kita layani. Jadi sepertinya, harga rumah dibanding Singapura dan Hong Kong sekarang masih jauh lebih rendah di Indonesia. Mudah-mudahan tidak terjadilah," tambahnya.

Namun demikian, dia juga mengatakan semua ini masih tergantung keadaan perekonomian Indonesia ke depan. "Kalau rumah pertumbuhan masyarakat masih signifikan, tapi semuanya tergantung ekonomi juga, kalau tidak terjadi reversal di makro tidak akan terjadi, demand itu masih tinggi," pungkasnya.
(wdi)
Sumber : okezone

0 komentar:

Posting Komentar