Minggu, 25 September 2011

Sarana Multigriya Keluhkan Rendahnya KPR Indonesia


  Sarana Multigriya Keluhkan Rendahnya KPR Indonesia
Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone
Minggu, 25 September 2011 13:48 wib
SUKABUMI - Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Indonesia saat ini sangat terbatas. Padahal, dengan adanya KPR akan memberikan dorongan pada 100 industri lainnya.

Corporate Secretary PT Sarana Multigriya Finansial SMF Wisaksono S Nugroho, mengeluhkan rendahnya KPR di Indonesia saat ini. Menurutnya, KPR saat ini hanya menempati beberapa persen dari total portofolio bank. Secara global, rasio KPR di Indonesia terhadap Gross Domestic Product (GDP) hanya dua persen.

"Sangat rendah bila dibandingkan dengan negara tetangga kita seperti India (tujuh persen), China (12 persen), Thailand (17 persen), Korsel (26 persen), dan Malaysia (29 persen)," jelas Wisaksono kala ditemui di Citarik, kemarin.

Padahal, sambung dia, dengan Meningkatnya rasio tersebut akan berdampak terhadap peningkatan pertumbuhan banyak sektor riil dan penerimaan atas pajak. "Multiplier effect industri perumahan sendiri berimbas kepada sekira 100 industri lainnya," tegasnya.

Lebih jauh dia mengatakan, hal tersebut dikarenakan saat ini masih sedikit lembaga keuangan yang bermain di sektor keuangan. "Pemain-pemain tersebut di antaranya BTN, CIMB Niaga, dan BII," tandasnya.

Sumber Okezone

0 komentar:

Posting Komentar