Kamis, 20 Oktober 2011

Prosedur Kredit Pemilikan Apartemen


Prasyarat pembiayaan apartemen tidak jauh berbeda dengan KPR. Di BRI, calon debitur harus memenuhi syarat seperti uang muka minimal 20% dari nilai barang, serta pengisian formulir dilengkapi beberapa dokumen kredit. Kemudian, pemohon debitur harus berusia 21 tahun, memiliki pekerjaan tetap dan membuka Rekening BRItama.
Yang membedakan dengan KPR hanyalah jangka waktu. "Di KPA kami mempersingkat jangka waktu selama 10 tahun," terang Joice. Dari sisi bunga, BRI mematok sama dengan bunga KPR, yakni 9,5% fixed 2 tahun. Pada tahun ketiga bunga menjadi 9,75% dan tahun kelima sebesar 11%.
BRI memberikan pembiayaan KPA mulai Rp 200 juta - Rp 5 miliar. Sejauh ini Jakarta masih menjadi kota paling besar penyerap KPA. Sisanya, Surabaya, Bali, Bandung dan Balikpapan.
Usia debitur antara 24 tahun sampai 65 tahun. Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yaitu pekerja dengan penghasilan tetap seperti pegawai dan tak berpenghasilan tetap, yang menjadi profesional atau pengusaha. Sayang Joice enggan menyebut jumlah debitur mereka di KPA.
Untuk menghindari risiko gagal bayar, BRI selektif dalam memberikan pembiayaan kepada debitur. Menurut Joice, para debitur harus memiliki kemampuan pembayaran sesuai dengan utang. BCA lebih ketat lagi. Bank juga mengecek rekam jejak nasabah KPA ke sistem informasi debitur atau SID.
Dari situ terlihat kemampuan mereka membayar angsuran dan akan dibandingkan dengan penghasilannya. "Terakhir, akan ada survei ke tempat kerja calon debitur," terang Henry. Lewat cara ini, BCA mengklaim, tingkat NPL 0% untuk KPA-nya.
 
 

0 komentar:

Posting Komentar