Minggu, 15 Januari 2012

Ekspansi ke pembiayaan KPR, laba bersih SMF naik tipis di 2011

JAKARTA. Ekspansi PT Sarana Multi Griya Financial (SMF) ke bisnis pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) mulai menunjukkan hasil positif. Tahun
lalu, perusahaan pelat merah ini mencatatkan laba bersih Rp 80,1 miliar atau naik tipis 3,1% dari tahun lalu.
Pada 2010, laba bersih tercatat sejumlah Rp 77,64 miliar, atau menyusut dari 2009 yang mencapai Rp 93,45 miliar.

Direktur Utama SMF Raharjo Adisusanto menyebut, kinerja positif itu dipengaruhi makin gencarnya pembiayaan ke KPR lewat perbankan. Tahun
lalu, kerjasama dengan 4 bank, yakni Mandiri Syariah, Muamalat Syariah, BTN, dan Bank DKI. Inilah yang mendorong pembiayaan SMF makin
cerah.

Sepanjang 2011, total pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp 1,3 triliun atau meningkat 85,2% dari tahun sebelumnya. Pendapatan pun terkerek tipis 7,3% menjadi Rp 113,3 miliar. "Kerjasama dengan perbankan menyalurkan pembiayaan sangat membantu," kata Raharjo, akhir pekan lalu (13/1).

Direktur Keuangan SMF Sutomo menambahkan, pembiayaan ke perbankan masih mendominasi, yakni hampir 99%. Sedangkan pembiayaan ke perusahaan pembiayaan masih sangat kecil, meski ada jalinan kerjasama dengan MNC Finance, Ciptadana Multifinance, Finansia Multi Finance, dan First Indonesia America Leasing. "Kalau pembiayaan mungkin masih susah karena jangka waktu KPR sangat lama, kami berharap ada aturan yang
membantu soal ini," ujarnya.

Cerahnya pembiayaan KPR ikut mengkatrol aset SMF tahun ini menjadi Rp 4,8 triliun sebelum diaudit, atau tumbuh 84,6% dari tahun lalu. Total outstanding pembiayaan sebelum diaudit sebesar Rp 2,6 triliun. SMF memastikan, tahun ini mereka masih kerjasama dengan bank yang sama. Kabarnya Mandiri Syariah akan mengucurkan Rp 350 miliar tahun ini.

Selain itu kerjasama dengan perbankan akan ditambah. Manajemen masih merahasiakan berapa jumlah bank, tapi sasarannya adalah Bank Pembangunan Daerah (BPD), seperti BPD Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa, Riau.
Sayang, SMF belum mau buka kartu terkait target tahun ini. Namun, Direktur Trisnadi Yulrisman memastikan, angkanya lebih besar. "Harus menunggu Rapat Umum Pemegang Saham dulu nanti di akhir bulan baru bisa dijelaskan," ujar Trisnadi.

SMF pantas optimis tahun ini karena mereka juga baru saja dapat suntikan modal sebesar Rp 2 trilun dari pemerintah. Belum termasuk obligasi penawaran umum berlelanjutan yang rencananya diterbitkan di semester II tahun ini sebesar Rp 750 miliar.

Sumber Keuangan Kontan

0 komentar:

Posting Komentar