Rabu, 04 Januari 2012

Pemerintah salurkan kredit pembiayaan rumah Rp 4,7 triliun

JAKARTA. Kementerian Perumahan Rakyat mengawali 2012 dengan target penyaluran bantuan pembiayaan untuk kepemilikan 123.790 unit rumah sejahtera tapak dan susun. Melalui kebijakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) pemerintah mengalokasikan dana Rp 4,7 triliun.

Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan alokasi yang sama untuk tahun 2011 lalu, dimana pemerintah menyalurkan FLPP untuk 99.574 unit rumah sejahtera tapak dan 125 unit rumah sejahtera susun. Namun begitu, Deputi Bidang Pembiayaan Kempera, Sri Hartoyo, mengaku mengalami beberapa hambatan dalam menyalurkan FLPP tersebut.

Ia bilang, banyak warga masyarakat tidak siap menyediakan uang muka dan surat pemberitahuan pajak. Maka itu, dengan target lebih banyak di tahun 2012, pemerintah berharap pengembang dan pemda bisa mempermudah perizinan pembangunan rumah. "Memang lahan langka, tapi kami harap pengembang dan pemda agresif membangun rumah," ujar Sri dalam siaran pers kepada KONTAN.

Sri merinci, penyaluran FLPP dilakukan Kempera bersama Badan Layanan Umum Pusat Pembiayaan Perumahan (BLU PPP). Dari kerja sama itu, pemerintah akan menggandeng 16 bank pelaksana penyalur FLPP. "Bersama bank nasional maupun bank pembangunan daerah, dana bisa segera disalurkan," kata dia.

Rumah Sejahtera tapak adalah hunian bertipe 36. Tahun lalu harganya Rp 70 juta - Rp 80 juta per unit naik dari tahun 2010 sebesar Rp 55 juta.

Eddy Ganefo, Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) menyebutkan, keuntungan yang diraup pengembang dari setiap unit rumah sejahtera hanya 10%-15% dari nilai jual. Dia mengaku laba proyek rumah ini tidak sebesar rumah komersil. "Tapi kalau membangunnya sekali banyak, keuntungan akan terasa," kata Eddy kepada KONTAN.

Jika mulus, Eddy menargetkan pembangunan rumah sejahtera bisa berjalan serentak. Menurutnya, lokasi yang berkebutuhan tinggi misalnya Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Maka, saat ini pengembang Apersi mulai memetakan ketersebaran kebutuhan rumah sejahtera di Indonesia.

Sumber Kontan

0 komentar:

Posting Komentar