Jumat, 30 Maret 2012

DP KPR 30%, Booking Rumah Bakal Menurun

Jakarta - Pengembang memprediksi masyarakat akan menunda pembelian rumah termasuk pemesanan rumah (booking) akibat aturan DP minimal 30%. Perlambatan bakal terjadi pada industri properti dalam tiga sampai enam bulan mendatang

Demikian disampaikan Ketua DPD REI Jakarta, Rudy Margono di Belleza Shopping Center, Permata Hijau, Jakarta, Senin (26/3/2012).

"Tentunya akan membatasi, namun kita bisa atur. Kan sebagai pengusaha kita punya akal dong, dengan DP dicicil lebih lama," katanya.

Ia menyebutkan, adanya aturan BI dan rencana kenaikan BBM membuat redup industri properti. Namun ini bersifat jangka pendek sekitar tiga sampai enam bulan. Terjadi penurunan permintaan (booking) rumah di area Jabodetabek.

"Penurunan bisa mencapai 5%-10% dari transaksi yang terjadi pada anggota kita yang mencapai 500 proyek," paparnya.

Alasannya masyarakat lebih mempertimbangkan untuk mengumpulkan uang muka terlebih dahulu sebelum memesan rumah. "Masyarakat hanya akan menunda pembelian sampai DP cukup. Terjadi adjustment tiga sampai enam bulan, apalagi ada rencana kenaikan BBM," paparnya.

Meski demikian ia mengaku, besarnya DP akan menguntungkan keduabelah pihak baik pengembang atau masyarakat. "Kita sambut baik karena transaksi lebih prudent," tegas Rudy.

Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso sebelumnya menyebut, aturan BI secara langsung menyasar kepentingan kalangan kelas menengah atas atau segmen rumah komersial.

Berdasarkan komposisi penjualan rumah anggota REI yang per tahunnya kurang lebih mencapai 120.000 unit. Umumnya sekitar 25% merupakan rumah kelas menengah, sementara itu 65% rumah kelas menengah bawah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan sisanya 10% adalah rumah-rumah kelas atas.

Seperti diketahui ketentuan BI ini hanya berlaku bagi pembelian rumah diatas tipe 70, berlakunya baru akan efektif 15 Juni 2012.

(wep/hen) 
Sumber Detik finance

0 komentar:

Posting Komentar