Minggu, 04 Maret 2012

KPR Solusi untuk Membeli Rumah

PENYALURAN kredit kepemilikan rumah (KPR) saat ini semakin gencar dipromosikan pihak perbankan. Kerja sama dengan para pengembang serta penawaran beragam suku bunga rendah pun ditawarkan perbankan.

Bagi konsumen dengan kemampuan finansial tinggi, membeli rumah tidak menjadi masalah. Namun, untuk sebagian konsumen dengan kemampuan finansial menengah, membeli rumah adalah hal yang berat. KPR saat ini menjadi solusi bagi nasabah atau konsumen yang ingin memiliki rumah.

Hingga sekarang, banyak perbankan yang bekerja sama dengan pengembang yang menyediakan KPR. Begitu juga dengan beberapa agen properti yang menyediakan KPR, misalnya untuk unit rumah secondary.

Dalam praktiknya, promosi gencar KPR yang dilakukan perbankan memang memudahkan konsumen. Namun, kadang juga bisa membingungkan konsumen untuk memilih KPR yang tepat. Sebelum memutuskan, konsumen harus bisa membandingkan suku bunga rendah yang ditawarkan setiap bank. Suku bunga rendah sekarang masih dipilih sebagai tawaran yang terbaik. Suku bunga menjadi faktor penting karena memengaruhi jumlah cicilan yang harus dibayar setiap bulan.

Secara jeli, konsumen juga harus bisa memprediksi dan mengetahui bahwa suku bunga yang ditawarkan harus tetap ringan. Jadi, suku bunga tidak hanya menarik saat satu sampai dua tahun pertama, namun saat suku bunga peninjauan, jumlah yang ditawarkan harus tetap ringan.

Konsumen tidak perlu cemas karena masih ada bank yang memberikan suku bunga rendah. Bank tersebut juga memberikan angsuran ringan serta bunga peninjauan yang stabil dan rendah setelah masa fixed satu dan dua tahun terakhir.

Fasilitas KPR saat ini mencakup bank konvensional serta bank syariah. Dengan memanfaatkan fasilitas KPR, harga rumah lebih terjaga dan konsumen bisa langsung menempati rumah yang dicicilnya. Selain itu, indikator harga properti yang cenderung selalu naik memberikan keuntungan dengan harga yang lebih terjaga bila menggunakan KPR. Dibandingkan bila konsumen harus menabung untuk membeli rumah dengan tolok ukur harga properti yang selalu cenderung naik sehingga akan kesulitan menyesuaikan budget-nya.

Selain primer, pembelian produk properti secondary juga gencar dipromosikan dengan menggunakan KPR. Rata-rata bunga KPR di Indonesia berkisar 11–12 persen dengan acuan BI rate enam presen. Perbankan saat ini semakin gencar menawarkan fasilitas KPR karena banyak produk rumah primer yang dibangun pengembang. Menjelang akhir tahun, beberapa perbankan menawarkan fasilitas KPR yang bekerja sama dengan sejumlah pengembang. Nilai suku bunga yang diberikan juga beragam. Meskipun produk primer menggeliat,permintaan secondary saat ini masih tinggi.

Misalkan di Jakarta yang lahannya sudah terbatas, peluang properti secondary Ibu Kota semakin diminati. Beberapa kawasan di Jakarta dengan produk secondary masih diminati adalah Kelapa Gading dan Pluit. Untuk primer, kawasan Jakarta banyak yang dibangun di dekat atau di area Central Business District (CBD). Namun, untuk kawasan penyangga Ibu Kota seperti Serpong, pembangunan properti primer saat ini lebih dominan.

Sementara, untuk kota lain seperti Surabaya, permintaan properti primary dan secondary untuk rumah lebih sama perbandingannya. Sejumlah perbankan juga menyediakan fasilitas KPR untuk beberapa daerah di luar Jakarta. Di luar Ibu Kota, permintaan properti primer seperti rumah lebih tinggi karena lahan di Jakarta yang sudah penuh.

(Anton C/Koran SI)

0 komentar:

Posting Komentar