Jumat, 06 April 2012

Kenaikan DP KPR Beratkan Pengembang Sandra Karina - Koran SI

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai, kenaikan uang muka atau down payment (DP) KPR akan memberatkan pengembang dan memengaruhi daya beli konsumen. WKU Kadin Bidang Infrastruktur, Konstruksi, dan Properti Zulkarnain Arief mengatakan, para pengembang akan mengalami kerugian.

“Ini akan memberatkan para pengembang. Promosi sedang besar-besaran. Kenaikan DP ini juga berdampak terhadap daya beli masyarakat,” kata Zulkarnain di Jakarta, Kamis (22/3/2012).

Dia menambahkan, kenaikan harga BBM yang diikuti kenaikan DP akan semakin menghambat penjualan rumah. “Penjualan rumah akan stagnan. Orang akan berpikir untuk membeli rumah. Di sisi lain, ada kenaikan harga BBM. Masalah akan bertambah besar,” ucapnya.

Di sisi lain, kenaikan DP akan berdampak terhadap target pembangunan rumah. “Sampai 2014, kita targetkan bangun sekitar 1,5 juta unit. Biasanya, dari 300 ribu per tahun kita hanya mampu bangun 150-200 ribu unit. Dengan adanya kenaikan DP, maka mungkin hanya bisa tercapai di bawah 100 ribu unit saja,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui Bank Indonesia (BI) telah menetapkan besaran uang muka atau DP KPR sebesar 30 persen yang wajib dibayar oleh pengaju kredit rumah dan rasio Loan To Value (LTV) menjadi 70 persen, yang merupakan kewajiban pihak bank dalam memberikan agunan. (rhs)
Sandra Karina - Koran SI

0 komentar:

Posting Komentar