Minggu, 06 Mei 2012

DP KPR Naik 30% Salah Sasaran


Nur Januarita Benu - Okezone
JAKARTA - Ketua Umum DPP REI Setyo Maharso mengatakan keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan rasio Loan to Value (LTV) 70 persen dan uang muka atau down payment (DP) kredit kepemilikan rumah (KPR) senilai 30 persen, yang berlaku bagi rumah di atas tipe 70 meter persegi (m2) salah sasaran. 

"BI salah sasaran, harga rumah tipe 70 ke atas rata-rata di atas Rp300-400 juta, dan konsumen tidak menggunakan KPR untuk membelinya, melainkan secara cash bertahap. Uang muka yang dikenakan pun memang dari awal sudah besar, hingga 30 persen," katanya saat ditemui pada pembukaan REI Expo 2012, di JCC, Sabtu (5/5/2012). 

Setyo menambahkan, yang akan merasakan dampak kenaikan DP ini adalah mereka yang di luar Jawa. Pasalnya di daerah, harga rumah tipe 70 ke atas, masih bisa diperoleh seharga Rp200 jutaan, dan masih tergolong rumah kelas menengah. 

"Sayang bagi mereka yang di luar Jawa, seharusnya dapat membeli rumah dengan DP 10 persen, malah kena aturan yang 30 persen. Mestinya jika BI ingin membuat keputusan seperti itu,  yang dikenakan bukan tipe rumah, melainkan harga rumah. Misalnya rumah yang di atas Rp400 juta kena DP sebesar 30 persen, seperti itu," paparnya. 

Bagi konsumen, lanjut Setyo, yang terpenting adalah besaran cicilan dan masa tenor kredit rumah, bukan besaran uang muka. "Yang kosumen lihat seberapa besar cicilan, dan panjang tenornya berapa lama. Jika mereka merasa mampu penuhi, maka otomatis dia akan membeli," imbuhnya. 

Dia juga mengatakan, pasar properti di Indonesia secara umun, tidak terpengaruh dengan kenaikan uang muka KPR oleh BI tersebut. "Pasar masih optimis. Saat ini kami berusaha memperkenalkan pasar-pasar perumahan yang tidak tersentuh, yakni yang harganya Rp70-200 juta, salah satu caranya  dengan menggandeng Bank Negara Indonesia (BNI) lewat produk BNI Griya yang bersedia memberikan masa tenor kredit hingga 20 tahun," pungkas Setyo. 
(rhs)

0 komentar:

Posting Komentar