Minggu, 26 Agustus 2012

Tenor KPR Diperpanjang Bukan Solusi

JAKARTA - Belakangan muncul rencana Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk memperpanjang masa kredit (tenor) KPR bersubsidi dengan skema FLPP dari 15 tahun menjadi 20 tahun. 

Namun, langkah tersebut dinilai pengamat properti Panangian Simangkulangit bukanlah solusi tepat untuk memberikan masyarakat kurang mampu untuk memiliki rumah. 

"Semestinya masyarakat diberi kemudahan untuk memilki rumah. Caranya dengan DP yang ringan, mungkin 10 persen, bahkan jika bisa dengan memberikan santunan uang muka," kata Panangian saat ditemui di kantornya, di Jakarta, Rabu (2/8/2012). 

Menurutnya, kesempatan masyarakat kurang mampu untuk bisa memiliki rumah di awal harus lebih besar. "Jika mereka sudah punya kesempatan di awal untuk beli rumah, maka selanjutnya mereka akan berusaha untuk melunasi. Tidak selamanya juga orang itu ekonominya rendah terus kan," ujarnya. 

"Yang penting bagi masyarakat, mereka punya kavlingnya dulu. Rumahnya tidak perlu mewah dan besar, dari rumah inti kan nanti bisa dikembangkan sendiri dengan konsep rumah tumbuh," tambah Panangian. 

Dia menambahkan, dengan memperpanjang kredit, rakyat akan dimanjakan. Namun, di sisi lain yang ekonominya tidak cukup dan untuk membayar uang muka (DP) saja tidak mampu, maka kesempatan untuk memiliki rumah, sekalipun dengan KPR bersubsidi tetap saja sulit. 

"Cara berpikir pemerintah harus dikoreksi. Jangan sampai tujuan subdsidi tersebut, targetnya melenceng. Rakyat harus dimampukan. Harus berusaha dengan sumber daya sendiri untuk memenuhi kebutuhan dasar, sandang, pangan dan papan," pungkasnya. 
(NJB)

Property Okezone

0 komentar:

Posting Komentar