Selasa, 24 September 2013

Ada cicilan rumah murah untuk nasabah Jamsostek

Kondisi perekonomian nasional yang cukup kuat, mendorong meningkatnya daya beli kelas menengah. Peningkatan kemampuan daya beli, akhirnya membuat sektor properti cukup laris di dalam negeri. Khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan rumah tinggal dengan harga terjangkau.
Situs properti iProperty.com pernah memaparkan hasil surveinya. Rumah tinggal (landed property) menjadi incaran utama calon pembeli di Indonesia. Mayoritas responden ingin membeli properti berharga murah. Tren ini diyakini bakal bertahan hingga beberapa tahun ke depan.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh sektor perbankan. Perbankan mulai berlomba-lomba menawarkan fasilitas kredit untuk rumah murah atau yang lebih dikenal dengan istilah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Salah satunya Bank Tabungan Negara (BTN). BTN telah menyiapkan dana sebesar Rp 7,3 triliun untuk membiayai pembangunan 120.000 rumah murah. BTN sangat yakin bahwa rumah murah bakal menjadi primadona. Selain faktor stabilitas ekonomi, regulasi yang ada juga dapat mendorong masyarakat untuk membeli rumah murah.
Agar rumah murah bisa terserap, BTN menggandeng Jamsostek. Wajar saja mengingat nasabah Jamsostek jumlahnya cukup besar yakni 11,5 juta. Dengan kerja sama ini, otomatis nasabah atau peserta Jamsostek dapat lebih mudah mendapatkan kredit rumah murah dari BTN.
"Tahun 2013 ini menjadi momentum bagi Bank BTN dalam penyaluran kredit karena kebutuhan rumah masih sangat tinggi dan tidak sebanding dengan kemampuan untuk menyediakannya," ujar Direktur Utama Bank BTN Maryono pada acara "Penandatanganan PKS antara BTN, Jamsostek, REI dan Apersi" di Menara BTN, Jakarta, Senin (1/4).
Bak gayung bersambut, Jamsostek juga mendorong nasabahnya menikmati bantuan dana untuk kredit perumahan dengan total nilai sebesar Rp 200 miliar sepanjang 2013. Jamsostek juga meminta rumah terjangkau ini harga jualnya hanya sekitar Rp 300 juta dengan bunga kredit rendah.
Dana bantuan ini dapat dinikmati peserta Jamsostek dengan plafon hingga Rp 50 juta. Tingkat bunga kredit yang ditetapkan saat ini sebesar enam persen per tahunnya dan diharapkan bisa turun menjadi hanya lima persen.
Apa syarat bagi peserta Jamsostek yang ingin mendapat rumah murah? Dirut Jamsostek Elvyn G Masassya menegaskan syarat peserta Jamsostek untuk dapat memanfaatkan program ini adalah minimal satu tahun telah menjadi anggota Jamsostek.
"Pemberian fasilitas tersebut harus dikembalikan dalam jangka waktu 15 tahun," katanya.
Jamsostek menginginkan agar penyediaan rumah murah bagi peserta Jamsostek difokuskan di kantong pekerja. Wilayah yang dimaksud adalah kawasan Jabodetabek, Jawa Barat dan Jawa Timur.
"Kami bukan hanya memberi uang muka perumahan tetapi juga menyediakan perumahan terjangkau di kantong pekerja," katanya.
Rumah murah tersebut sedianya telah tersedia di empat lokasi. Empat lokasi tersebut di antaranya berada di Malang 8000 unit landed house atau rumah tapak dan di Surabaya yakni dua menara yang terdiri dari sekitar 2000 unit. Serta Bandung dan Bekasi yang masih dalam proses.
Sayangnya, pasokan rumah murah masih sangat minim.Asosiasi Pengembang Indonesia (Apersi) mengakui bahwa pasokan rumah murah pada kuartal awal ini memang kecil. Salah satu alasannya karena cuaca yang belum membaik.
Sekadar diketahui, Jamsostek memiliki program PUMP (Pinjaman Uang Muka Perumahan) dengan memberikan pinjaman sejumlah uang kepada peserta sebagai uang muka pengambilan KPR. Tahun lalu saja, Jamsostek menggelontorkan Rp 800 miliar untuk uang muka perumahan kepada 87.000 peserta Jamsostek.
[noe]

0 komentar:

Posting Komentar