Sabtu, 21 September 2013

Ada Rencana Beli Rumah Usai Lebaran? Skema Over Kredit Bisa Jadi Pilihan

Jakarta - Di Indonesia, properti termasuk jenis investasi yang disukai banyak orang. Investasi properti tak mengenal waktu termasuk pasca Lebaran saat ini.

Perkembangan properti di Indonesia masih semarak, yang ditandai dengan banyaknya tawaran berbagai jenis properti dan cepatnya tawaran tersebut diserap pasar.

Kebanyakan, mereka membeli properti dengan menggunakan KPR alias Kredit Pemilikan Rumah dari bank. Bagaimana membeli properti dengan cara takeover atau over kredit? Perencana Keuangan dari ZAP Finance Fitri Oktaviani seperti dikutipdetikFinance Minggu (11/8/2013) mencoba menjelaskannya.

Tidak semua kreditur KPR menyelesaikan masa pembayaran kreditnya. Ada kalanya mereka menjual properti yang sedang dijaminkan. Misalnya suatu properti yang dulu dibeli dengan masa kredit selama 10 tahun, tapi baru 5 tahun sudah ditawarkan pemiliknya untuk dijual. Pemilik masih terikat untuk mencicil utangnya hingga 5 tahun ke depan, dan surat-surat kepemilikan masih disimpan di Bank sebagai pemberi kredit.

Mungkin anda pernah atau sedang berminat untuk membeli properti yang masih terikat cicilan kredit? Ada dua hal yang bisa anda lakukan. Yang pertama tentu adalah pembelian secara cash. 

Jika jumlah dana mencukupi, anda bisa membayarkan jumlah sesuai kesepakatan kepada si penjual. Sebagian uang yang anda bayarkan akan digunakan untuk melunasi sisa kredit sehingga sertifikat asli akan dikeluarkan oleh pihak bank. Proses selanjutnya tentu pengurusan surat-surat pindah kepemilikan properti di Notaris.

Jika anda bermaksud untuk mengambil alih properti tersebut dengan mengambil KPR, maka bisa lakukan mekanisme take over kredit. Take Overkredit KPR adalah proses pengalihan kredit dari debitur lama (penjual) ke pihak debitur baru (pembeli). Proses ini harus dilakukan di bank untuk memastikan legalitasnya, agar tidak merugikan pihak penjual maupun pembeli.Next 

0 komentar:

Posting Komentar