Selasa, 24 September 2013

Djan Faridz janji kejar UU Tapera usai APEC

Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz berjanji akan menyelesaikan UU tabungan perumahan rakyat (Tapera) setelah gelaran APEC Oktober nanti. Pihaknya juga mengaku telah melakukan rapat koordinasi dengan DPR dan Presiden pada pekan lalu, khusus membahas Tapera.
"Setelah APEC kami melakukan penyelesaian antara DPR RI dalam rapat koordinasi," ujar Djan Faridz, di Komisi V DPR, Selasa (24/9).
Pokok masalah dalam UU Tapera saat ini adalah keinginan DPR yang meminta gaji PNS dan non PNS dipotong 5 persen. Dalam hal ini skema pembiayaan Tapera dibagi 2,5 persen diambil dari gaji PNS dan 2,5 persen lagi bagi pemberi kerja.
Menurut Djan Faridz jika pemberi kerja PNS ikut berperan memberikan bantuan 2,5 persen, maka pemerintah sebagai pemberi kerja PNS harus menambahkan anggaran di dalam APBN. Ini masih harus dibahas dengan Menteri Keuangan Chatib Basri.
"Problemnya 2,5 persen dari pekerja untuk PNS mengakibatkan APBN nambah, karena harus nambah 2,5 persen untuk PNS, itu dikaji menkeu," katanya.
DPR juga meminta pemerintah menyiapkan Rp 12 triliun sebagai anggaran pendukung Tapera. Dari pembagian tersebut modal kerja Rp 2 triliun dan Rp 10 triliun untuk investasi membeli tanah saat Tapera selesai.
[noe]

0 komentar:

Posting Komentar