Selasa, 24 September 2013

Harga Tanah Melambung 3 Kali Lipat, Rumah Murah Rp 88 Juta Naik Jadi Rp 100 Juta

Jakarta - Para pengembang perumahan mengakui kesulitan harus menjual rumah murah dengan harga Rp 88 juta/unit. Alasannya harga tanah di berbagai daerah di Indonesia naik secara signifikan.

"Untuk pembangunan tahap pertama mungkin bisa dijual dengan harga Rp 88 juta/unit. Tetapi saat ini harga jual rumah murah mungkin bisa sampai Rp 90 juta hingga Rp 100 juta/unit. Harga tanah sudah melambung 3 kali lipat," ungkap Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso dalam diskusi "Membedah Regulasi Perumahan Rakyat" Subtema: Penyediaan Tanah untuk Perumahan Rakyat Tanggungjawab Siapa di Ballroom Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Sebagai ilustrasi, harga rata-rata tanah per meter persegi sebelum terjadi kenaikan harga sebesar Rp 100.000. Kemudian harganya bisa mencapai Rp 300.000/meter dalam beberapa waktu.

Setyo mendesak pemerintah untuk membantu para pengembang menyediakan lahan murah untuk membangun rumah murah. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses membeli dan memiliki rumah murah sesuai daya belinya.

"Dengan kondisi harga lahan yang mahal berpengaruh terhadap akses masyarakat untuk mendapatkan rumah tidak bisa dilakukan. Penyediaan tanah untuk lahan MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) saat ini peran pemerintah ada atau tidak," imbuhnya.

Selain masalah lahan, REI juga mengeluhkan soal banyaknya regulasi yang tumpang tindih. REI tetap berkomitmen untuk membangun rumah murah hingga 142.000 unit di 2013.

"Regulasi di sektor perumahan ini sangat banyak dan saling tumpang tindih. Kami sudah membangun 104.000 rumah murah di Padang. Target kita sendiri kita bangun 142.000 rumah murah di tahun 2013 dengan harga rumah mungkin bisa sampai Rp 90-100 juta/unit," cetusnya.

(wij/hen) 

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerryAndroidiOS &Windows PhoneInstall sekarang!

0 komentar:

Posting Komentar