Selasa, 24 September 2013

Pengembang Properti Curhat Harga Tanah Setiap Tahun Naik

Jakarta - Para pengembang properti mengaku kesulitan mencari lahan yang murah dan ideal untuk membangun rumah murah. Padahal rumah murah ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang sangat membutuhkan hunian.

"Harga tanah naiknya 3 kali lipat bukan cuma di Semarang, tetapi hampir kota-kota besar semua," ungkap Ketua Umum Real Estate Indonesia (REI) Setyo Maharso dalam diskusi "Membedah Regulasi Perumahan Rakyat" SubTema: Penyediaan Tanah untuk Perumahan Rakyat Tanggungjawab Siapa di Ballroom Hotel Le Meridien, Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Menurut Setyo, kenaikan harga jual tanah disebabkan nilai jual objek pajak (NJOP) sebagai dasar penentu Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di masing-masing daerah terus mengalami kenaikan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi Daerah, setiap tiga tahun sekali NJOP harus dievaluasi. Namun jika dipandang perlu, bisa dievaluasi setahun sekali.

"Harga itu terbentuk karena NJOP yang diberikan pemerintah yang setiap tahun naik. Belum lagi keterbatasan lahan. Lahan ini nggak bertambah sehingga membuat situasi harga tidak terkendali," imbuhnya.

Selain itu, kebutuhan dan pasokan rumah yang juga cukup besar, harga tanah terus mengalami kenaikan. Hal ini yang menjadi faktor mandeknya pembangunan rumah murah di Indonesia.

"Kalau masalahnya kayak begini otomotis harganya akan naik. Kalau kita seperti ini terus tentu menjadi kendala kita membangun rumah murah. Kalau untuk kota besar sudah tidak bisa membangun rumah murah," katanya.

Pihaknya ingin ada bantuan yang dilakukan pemerintah terutama menyediakan lahan yang murah sehingga pihak pengembang dapat menyediakan unit hunian dengan harga yang terjangkau bagi MBR.

"Gebrakannya adalah bagaimana mendapatkan lahan murah dan baik. Kita bisa jual ke masyarakat dengan harga yang murah. Selain itu masyarakat juga dapat mendapatkan hak dengan mudah atau cicilan 20 tahun dengan uang muka yang rendah," ujarnya.
(wij/hen) 

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerryAndroidiOS &Windows PhoneInstall sekarang!

0 komentar:

Posting Komentar