Selasa, 24 September 2013

Pilih KPR Konvensional atau Syariah? (tanya jawab)

Halo, saya Sianipar. Saya baru saja menikah dan berencana membeli rumah. Tetapi saya tidak mampu untuk membeli secara tunai. Jadi saya berencana menggunakan fasilitas KPR. 

Yang menjadi perhatian saya, banyak teman-teman yang memilih menggunakan KPR dari bank syariah. Bagaimana seluk beluk KPR di bank syariah? 

Tolong dijawab ya Okezone. 

Regard,
Sianipar
Jakarta Timur.

Jawab :

Salam Hormat Ibu Sianipar,

Terima kasih atas pertanyaannya yang ditujukan kepada  redaksi Okezone.  

Memiliki rumah sendiri adalah idaman semua orang, bahkan menjadi kebutuhan bagi yang sudah berkeluarga karena rumah adalah tempat melepas penat dan bertemu orang-orang terkasih setelah sibuk bekerja atau beraktivitas seharian. 

Namun harga rumah yang membubung menyebabkan jarang orang yang mampu membeli rumah secara tunai, sehingga membeli dengan angsuran atau menyewa adalah alternatif 
yang dapat dipilih.

Di bank syariah *), tersedia beragam KPR iB yang bisa dipilih sesuai kebutuhan: KPR iB jual beli, KPR iB sewa, KPR iB sewa beli dan KPR iB kepemilikan bertahap. Namun yang banyak ditawarkan oleh bank syariah adalah skema jual beli dan skema sewa beli. 

KPR iB dengan skema jual beli memberi kepastian jumlah angsuran yang harus dibayar oleh nasabah setiap bulan. Nasabah tidak akan dipusingkan dengan masalah naiknya angsuran apabila terjadi kenaikan suku bunga pasar karena besarnya nilai angsuran tetap sampai masa angsuran selesai. 

Harga jual rumah ditetapkan di awal ketika nasabah menandatangani perjanjian pembiayaan jual beli rumah. Misalnya harga beli rumah sebesar Rp100 juta. Untuk jangka waktu 5 tahun, bank syariah misalnya mengambil keuntungan/margin sebesar Rp50 juta. Maka harga jual rumah kepada nasabah untuk masa angsuran 5 tahun adalah sebesar Rp150 juta. Angsuran yang harus dibayar nasabah setiap bulan adalah Rp150 juta dibagi 60 bulan = Rp2,5 juta. 

KPR iB dengan skema sewa beli memberi opsi kepada nasabah untuk menyewa rumah yang 
diinginkannya dan akhirnya dapat ia miliki di akhir masa sewa. Dalam skema ini, harga sewa ditentukan secara berkala berdasarkan kesepakatan antara bank dengan nasabah. Umumnya digunakan untuk pembiayaan KPR iB berjangka waktu panjang, misalnya 15 tahun. Dalam 2 tahun pertama biaya sewa rumah misalnya ditetapkan sebesar Rp1,5 juta per bulan. Untuk 2 tahun kedua disepakati sebesar Rp2 juta per bulan, begitu juga untuk tahun-tahun selanjutnya harga akan direview dan ditetapkan biaya sewa per bulannya. Pada akhir tahun ke-15 nasabah dapat membeli rumah yang disewa, misalnya dengan harga Rp20 juta.
Untuk kedua jenis KPR iB tersebut maupun jenis lainnya, nasabah juga diuntungkan ketika ingin melunasi angsuran sebelum masa kontrak berakhir. Karena bank syariah tidak akan mengenakan pinalti. 

Demikian penjelasan Redaksi Okezone, semoga bermanfaat.

Salam,
Redaksi Properti Okezone


1 komentar:

  1. bila tmn2 ada yg mw bertanya dan mengajukan kpr mandiri syariah . bisa menghubungi saya di no 082260097302 atau email ke iqbalchaidar0@gmail.com atau michaidar@bsm.co.id terima kasih

    BalasHapus