Sabtu, 21 September 2013

Tolak Aturan Baru Soal KPR, Pengembang Kirim Surat ke BI

Jakarta - Pengembang perumahan tidak setuju dengan rencana Bank Indonesia (BI) yang melarang pengucuran KPR untuk rumah kedua dan seterusnya jika rumah tersebut belum jadi. Dewan Pengurus Pusat Real Estate Indonesia akan mengirimkan surat ke BI dalam waktu dekat terkait hal ini.

Ketua DPP REI Setyo Maharso menilai kebijakan ini justru akan meredam pertumbuhan sektor properti yang sedang menanjak.

"Kita akan mengirimkan surat ke BI," kata Setyo dalam sebuah diskusi di Kantor DPP REI, Simprug, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Bank Indonesia mengeluarkan aturan tersebut untuk mencegah adanya spekulan. Namun Setyo membantah adanya spekulan dalam kondisi seperti itu. Telah ada ketetapan yang mengatur sanksi bagi spekulan.

"KPR itu nggak mungkin spekulasi, kalau sekarang kamu KPR tahun depan itu mau jual lagi kamu akan kena penalti. Kalau KPR-nya Rp 1 juta, penaltinya Rp 2 juta," jelasnya.

Oleh karena itu, pihak pengembang meminta BI untuk mengkaji ulang rencana kebijakan ini. "Intinya kita membantu, kalau kondisi regulasi yang tidak bisa diimplementasikan di lapangan kan repot," tegasnya.

(zul/dru) 

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerryAndroidiOS &Windows PhoneInstall sekarang!

0 komentar:

Posting Komentar