Kamis, 19 September 2013

Uang Muka Mahal, Kapan Bisa Punya Rumah?

JAKARTA - Kebutuhan akan rumah semakin meningkat tiap tahunnya. Apalagi, kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Maryono mengatakan, pihaknya akan terus mendorong kebutuhan rumah murah. Sayangnya, harga tanah kini kian mahal, hal itu yang menjadi kendala pasokan rumah murah.

"Harga tanah itu sudah mahal, padahal rumah murah untuk golongan ke bawah sangat dibutuhkan dan disuruh bayar uang muka yang besar kapan dia belinya, rumah semakin mahal dia mau punya rumah atau tidak?" katanya saat ditemui dalam Rakerda REI, di Menara Bidakara, Jakarta, Kamis (19/9/2013).

Terkait dengan usulan rumah tanpa DP, dia akan membicarakan hal tersebut dengan regulator terkait. Sebab, lanjutnya, jangan sampai program rumah ini tak ada lagi.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pengembang mengeluhkan mahalnya harga tanah saat ini. Hal itu menjadi kendala pasokan rumah murah. Tak heran, pengembang mengusulkan harga rumah murah dinaikkan dari harga awal Rp88 juta per unit naik menjadi Rp110 juta per unit.

"Sekarang masih dalam usulan. Insallah itu disetujui," kata Ketua Umum REI, Setyo Maharso kemarin.

sumber okezone

0 komentar:

Posting Komentar