Jumat, 11 Oktober 2013

Aturan BI Belum Berpengaruh ke Industri Properti

JAKARTA - BI kembali memperketat aturan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Walau demikian, hal tersebut dinilai belum mempengaruhi industri properti.

BI telah memberlakukan pengetatan penyaluran KPR. Pertama, terkait loan to value (LTV) ataufinancing to value (FTV). Aturan lain yang juga kian diperketat adalah kepemilikan KPR inden untuk rumah kedua dan seterusnya.

"Harus tetap di atur. Karena ada orang yang gak punya uang tetap pingin beli properti kan bisa saja seperti itu," kata Associate Director Research Colliers International, Ferry Salanto, saat menyampaikanProperty Sector Overview di Gedung WTC, Selasa (8/10/13).

"Pengaruhnya masih belum ada, karena kebanyakan belinya cash. Makanya, penjualan apartemen juga tidak terpengaruh," katanya.

Namun, hal ini tidak berlaku bagi properti perumahan. Properti perumahan biasanya banyak menggunakan kredit dalam pembayarannya. Sisi inilah yang akan terkena imbas dari kebijakan BI yang telah diterapkan.

"Kalau kita jarang pakai dana bank, dari situ jadi kita melihatnya tidak terlalu berdampak. Aturan BI itu kan berlaku untuk kredit bank. Yang perlu kita khawatir justru harga yang naiknya terlalu drastis," tandasnya.

Selama pembelinya masih menggunakan uang sendiri, Ferry yakin sektor properti tidak akan mendapat bermasalah. "Masalah justru akan timbul kalau pembelinya banyak tapi kosong. Artinya properti tersebut tidak digunakan. Karena kalau kosong, secara value dari propertinya tidak bagus," tambah Ferry.  (wdi)

0 komentar:

Posting Komentar