Selasa, 01 Oktober 2013

Aturan KPR Rumah Inden Tidak Berlaku Untuk Rumah Subsidi

KPR — Pengatatan aturan uang muka atau loan to value (LTV) kredit pemilikan rumah (KPR) oleh Bank Indonesia tidak akan diberlakukan untuk program rumah murah pemerintah atau rumah bersubsidi dengan KPR FLPP.  BI hanya akan memberlakukan pengatatan aturan uang muka tersebut untuk KPR non-subsidi.
Sebelumnya, BI berencana untuk melakukan pengetatan  aturan LTV KPR yang akan dikelaurkan pada akhir September 2013 ini. Aturan ini melarang bank untuk memberikan KPR bagi rumah inden. Namun aturan ini tidak berlaku untuk kepemilikan rumah pertama.
Aturan KPR Rumah inden
Dikutip pada laman Keuangan Kontan, Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi BI, menjelaskan, dalam revisi aturan LTV tersebut, BI bukan melarang membeli rumah yang masih dalam status inden untuk pembelian rumah kedua dan seterusnya, melainkan bank tidak memberikan KPR kedua dan seterusnya.
“Jadi bukan rumahnya dilarang inden, tapi KPR. Kalau masyarakat sudah melunasi KPR pada rumah sebelumnya, maka boleh mengajukan KPR lagi secara inden. Kalau KPR pertamanya belum lunas, maka KPR kedua tidak boleh inden,”  ujar Peter, seperti dikutip pada laman Keuangan Kontan, Jumat (20/09/13).
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Gubernur BI, Agus Martowardojo, mengungkapkan pertumbuhan pembiayaan properti saat ini masih tinggi, meskipun telah dikeluarkannya tauran LTV. Hingga Juli 2013, pertumbuhan kredit perumahan mencapai 25%-67% untuk semua tipe rumah. (raw)
Sumber: KeuanganKontan

0 komentar:

Posting Komentar