Sabtu, 12 Oktober 2013

BI Perlu Tinjau Ulang Kebijakan LTV KPR dan KPA

BEKASI, jktproperty.com - Real Estate Indonesia mendesak Bank Indonesia segera meninjau ulang kebijakan loan to value (LTV) pada pengajuan kredit pemilikan rumah atau apartemen (KPR/KPA) karena dinilai mengganggu kinerja pengembang dan masyarakat yang sangat membutuhkan hunian.
Sekjen REI Eddy Hussy mengatakan, kebijakan pengaturan pembayaran uang muka (down payment/DP) dalam mekanisme LTV memang baik untuk mengerem pertumbuhan properti dan meredam aksi spekulasi. "Tapi di sisi lain aturan tersebut justru mengganggu kelancaran kinerja pengembang dan memberatkan masyarakat yang sungguh membutuhkan rumah," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, REI mengharapkan kebijakan tersebut ditinjau ulang dan tidak diberlakukan dalam jangka waktu yang lama. "Jadi REI menginginkan sifatnya jangka pendek saja, tidak terlalu lama diterapkan."
REI, tambah Eddy, mengharapkan kebijakan pengetatan KPR tetap diberlakukan oleh BI guna meredam pertumbuhan properti. Untuk mendukung itu, lanjutnya, kebijakan mengenai kredit konstruksi tetap diterapkan.
Pada 30 September 2013, BI dalam dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang Melakukan Pemberian Kredit atau Pembiayaan Konsumsi Beragun Properti, melakukan pengetatan terhadap pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) diberlakukan. Selain mengatur pembayaran uang muka atau loan to value, penjualan rumah dengan sistem pesan (inden) mulai dibatasi. Dengan peraturan tersebut pembayaran DP untuk pengajuan KPR/KPA rumah kedua dan seterusnya lebih besar saat ini. BI mewajibkan pembayaran DP untuk KPR pertama sebesar 30%, KPR kedua 40%, KPR ketiga 50% dan seterusnya. (GUN)

Sumber JKTProperti

1 komentar:

  1. Halo, nama saya Laima, saya adalah korban di tangan kreditur penipuan saya telah ditipu 27 juta, karena saya butuh modal besar dari 140 juta, saya hampir mati, tidak ada makanan untuk anak-anak saya, bisnis saya adalah hancur dalam proses saya kehilangan hubsand saya. Saya dan anak-anak saya tidak tahan lagi. semua ini terjadi Januari 2015, tidak sampai saya bertemu dengan seorang teman yang memperkenalkan saya kepada ibu yang baik Mrs Alexandra yang akhirnya membantu saya mendapatkan mengamankan pinjaman di perusahaannya, ibu yang baik, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih dan Allah terus memberkati Anda , saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberitahu semua orang Indonesia, bahwa ada banyak penipuan di luar sana, jika Anda membutuhkan pinjaman dan kontak pinjaman dijamin ibu yang baik Alexandra melalui email perusahaan. alexandraestherloanltd@gmail.com
    atau alexandraestherfastservice@cash4u.com,
    Anda dapat menghubungi saya melalui email ini; laimajelena@gmail.com untuk setiap informasi yang Anda perlu tahu, silakan dia adalah satu-satunya orang yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya.
    Terima kasih.

    BalasHapus