Selasa, 01 Oktober 2013

Bukopin Syariah Masih Tenang Hadapi Aturan KPR Inden

KPR — Menyusul rencana aturan Bank Indonesia (BI) terkait pengetatan kebijakan kredit properti, yang melarang pengucuran kredit pemilikan rumah (KPR) untuk rumah dalam status inden, Bank Syariah Bukopin (BSB) mengaku belum mengambil sikap.
Dikutip pada Keuangan Kontan, Kepala Divisi Pengembangan Produk Bank Syariah Bukopin, Nurkholis, mengatakan hingga saat ini belum ada rencana perubahan apa pun atas pengajuan pembiayaan properti, terutama KPR.
Bank Bukopin Syariah
Anak usaha Bukopin ini memanh lebih memfokuskan pada pengaucuran kredit bagi pembeli rumah pertama dan untuk digunakan sebagai tempat tinggal. Selain itu, BSB juga mempriotaskan KPR Syariah untuk rumah yang dibangun dalam kawasan pengembangan developer.
Dijelaskan Nurkholis, portofolio pembiayaan ruma ataupun properti di Bank Syariah Bukopin juga belum banyak, yakni belum mencapai 10%. Meski begitu, jumlah tersebut tetap merupakan success market bagi BSB. Menurutnya, BSB lebih banyak mengalokasikan pada pembiayaan kredit mobil, untuk sektor konsumsi. Jumlah alokasi untuk kredit mobil ini mencapai 90% dari total pembiayaan kredit.
Secara keseluruhan, pertumbuhan pembiayaan BSB di 2013 naik sebesar 40%, bila dibandingkan dengan periode 2012 atau sesuai dengan pertumbuhan rata-rata pembiayaan industri perbankan. (raw)

Sumber: KeuanganKontan

0 komentar:

Posting Komentar