Selasa, 01 Oktober 2013

Dua Jenis Persiapan Sebelum Membeli Rumah

KPR  Saat hendak membeli rumah, baik dengan KPR maupun tunai, kesiapan yang paling dibutuhkan tentunya adalah kesiapan materi atau finansial dan kesiapan mental.
Mempersiapkan finansial dan mental ini bisa Anda lakukan dengan memenuhi beberapa hal berikut. Hal ini di bawah ini, juga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anak muda yang ingin hidup mandiri dan berinvestasi.
Persiapan mental dan finansial sebelum beli rumah
3 hal yang bisa membantu Anda mempersiapkan materi dan mental sebelum membeli rumah, seperti di rilis oleh Properti Kompas, dikutip dari laman FresHome, di antaranya adalah:
  • Kesiapan Finansial
Sebelum Anda mulai mencari properti, sebaiknya pastikan dulu Anda mengenal posisi dan kondisi finansial. Mulai dari berapa besaran penghasilan, jumlah simpanan uang, modal bergedak dan tidak bergerak yang Anda miliki, serta kesanggupan membayar. Semua ini akan berpengaruh pada surat-surat, pajan dan ketentuan lain yang wajib dipenuhi.
Sangat penting untuk mengetahui jumlah aset yang dimiliki, terutama jika ingin mengajukan fasilitas KPR (kredit pemilikan rumah) ke bank.
Anda bisa meminta bantuan konsultasi dengan orang-orang yang ahli di bidangnya, misalnya dengan konsultan properti, spesialis pinjaman pribadi atau personal loan, dan bankir yang bisa Anda percaya.
Setelah itu, cari tahu properti seperti apa yang diinginkan. Harga dan ukuran properti yang diinginkan nantinya akan berperngaruh pada besaran uang muka dan kewajiban mencicil Anda.
Pertimbangkan juga kemungkinan Anda untuk mempercantik rumah di masa mendatang atau waktu yang tidak terlalu lama setelah pembelian rumah. Siapkan juga dana cadangan untuk menghadapi biaya-biaya darurat dalam menghadapi masalah atau bencana. Asuransi bisa juga menjadi pilihan yang bisa menyelamatkan diri dari keadaan darurat. Namun, jangan lupa untuk mencermati dengan baik ketentuan premi yang dibeli.
  • Kesiapan Mental
Siap secara materi atau finansial tidak serta merta membuat Anda siap secara mental atau psikologis. Sebelum mulai memutuskan dan mencari rumah yang ingin Anda beli, coba tanyakan pada diri sendiri tujuan Anda dari membeli rumah tersebut.
Dari tujuan ini, Anda bisa menentukan bentuk, karakter dan lingkungan rumah yang sesuai yang tersedia di pasar properti atau malah membangun rumah dari awal agar sesuai dengan kebutuhan. Pastikan Anda memahami betul tujuan dan alasan Anda dalam membeli rumah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Contohnya, Anda telah hidup berkeluarga dan memiliki anak. Tentunya Anda ingin anak Anda dibersarkan di lingkungan rumah yang aman, dengan fasilitas luar ruang untuk berolahraga dan bermain, juga dekat dengan fasilitas sekolahan.
Lain lagi bila Anda masih hidup lajang, dan ingin tinggal di pusat kota yang dekat dengan pusat perekonomian dan perbelanjaan, sesuai dengan gaya hidup Anda.
Selain jenis  lingkungan perumahan, alasan, kebutuhan, dan tujuan Anda dalam membeli rumah juga menentukan lokasi, ukuran, dan jenis rumah (tapak atau vertikal).
Pilihlah rumah baru Anda dengan hati-hati, karena pilihan tersebut akan berpengaruh pada biaya yang dikeluarkan pada masa depan serrta kenyamanan Anda.
  • Mengetahui Konsekuensi
Pilihan rumah Anda juga memiliki konsekuensi. Entah Anda membeli rumah baru atau rumah seken, berada di pinggir kota atau tengah kota, rumah tapak atau apartemen. Pastikan Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan membeli rumah baru dan rumah seken sebelumnya.
Misalnya saja, bila Anda memutuskan untuk membeli rumah bekas, pastikan untuk mengecek kondisi rumah tersebut secara mendetail, bila perlu dengan bantuan ahli. Jangan sampai, Anda baru mengetahui masalah yang terdapat di rumah tersebut setelah pindah.
Membeli rumah baru dari pengembang atau membangun rumah juga tidak lepas dari konsekuensi. Anda harus memilih pengembang dan kontraktor yang akan membangun rumah Anda dengan seksama. Jangan sampai, pembangunan rumah terhenti di tengah jalan. (raw)

Sumber: Properti Kompas

0 komentar:

Posting Komentar