Sabtu, 12 Oktober 2013

Harga Rumah Kian `Liar`, BI Siap Revisi Aturan KPR

Bank Indonesia (BI) cemas dengan kondisi peningkatan kredit di sektor properti seperti Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kepemilikan Apartemen (KPA). Bank Sentral ini pun berencana merivisi aturan terkait kredit di sektor properti.

"Melihat pertumbuhan ini, kita melihat adanya fenomena KPR tumbuh tinggi dan ini tentu saja dapat menimbulkan akses, termasuk kenaikan harga melampaui faktor fundamental. Terlihat juga kenaikan ini memicu kenaikan tipe-tipe kecil sehingga terjadi suatu fenomena masyarakat tidak mampu lagi mengambil KPR ataupun KPA," ujar dia di Gedung BI, Kamis (11/7/2013).Deputi Gubernur Bank Indonesia, Halim Alamsyah mengungkapkan jika hal ini terus berlangsung bisa membuat harga properti terus melambung dan kian tak terjangkau masyarakat.
Data BI tentang jumlah debitor dari hasil sistem informasi debitur, total perseorangan yang memiliki KPR atau KPA lebih dari 2 mencapai 35,2 ribu orang senilai Rp 31,8 triliun.
Sedangkan jumlah debitor yang memiliki 2 KPR atau KPA yaitu sebanyak 31,3 ribu orang dengan total nilai mencapai Rp 22,9 triliun.
"Sementara yang memiliki debitor KPR lebih dari 2 sampai total 3 hingga 9 KPR ada 3884 orang dengan total Rp 8,2 triliun. Jadi ini memang cukup banyak ternyata. Belum lagi yang memiliki KPR 9 hingga 12 tapi jumlah tidak banyak ada juga 12 hingga 15 tapi sama jumlah hanya hitungan jari," tutur Halim.
Dengan adanya hal itu, Halim khawatir akan memunculkan banyak spekulan sebab fungsi rumah dan apartemen bukan lagi sebagai tempat singgah namun berubah menjadi sarana jual beli.
Sementara itu, berdasarkan data akhir Mei, total KPR dan KPA mencapai Rp 263 triliun. Penyerapan terbesar adalah KPR tipe 22-70 dengan jumlah mencapai Rp 109,6 triliun. Penyerap terbesar kedua tipe mulai dari 70 ke atas mencapai Rp 98,3 triliun, sementara untuk tipe lain seperti tipe 21 mencapai Rp 21,3 triliun.
"Sementara untuk apartmen pertumbuhan tinggi terjadi hampir di semua tipe. Pertumbuhan tertinggi adalah tipe 22-70 di mana pada bulan April ke Mei melompat dari 83,8% menjadi 111,1%, untuk tipe flat-21 dari 118,6% di bulan April menjadi 100,3% di bulan Mei. Lalu untuk tipe diatas 7 dari bulan April 71,4% pada bulan Mei menjadi 60,3%,"pungkas Halim. (Yas/Nur)
Liputan 6

2 komentar:

  1. Halo, nama saya Laima, saya adalah korban di tangan kreditur penipuan saya telah ditipu 27 juta, karena saya butuh modal besar dari 140 juta, saya hampir mati, tidak ada makanan untuk anak-anak saya, bisnis saya adalah hancur dalam proses saya kehilangan hubsand saya. Saya dan anak-anak saya tidak tahan lagi. semua ini terjadi Januari 2015, tidak sampai saya bertemu dengan seorang teman yang memperkenalkan saya kepada ibu yang baik Mrs Alexandra yang akhirnya membantu saya mendapatkan mengamankan pinjaman di perusahaannya, ibu yang baik, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih dan Allah terus memberkati Anda , saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberitahu semua orang Indonesia, bahwa ada banyak penipuan di luar sana, jika Anda membutuhkan pinjaman dan kontak pinjaman dijamin ibu yang baik Alexandra melalui email perusahaan. alexandraestherloanltd@gmail.com
    atau alexandraestherfastservice@cash4u.com,
    Anda dapat menghubungi saya melalui email ini; laimajelena@gmail.com untuk setiap informasi yang Anda perlu tahu, silakan dia adalah satu-satunya orang yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya.
    Terima kasih.

    BalasHapus
  2. Saya Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan Tuhan yang baik dalam hidup saya untuk orang-orang saya yang mencari pinjaman di Asia dan bagian lain dari kata itu, karena ekonomi yang buruk di beberapa negara.
    Apakah mereka mencari pinjaman di antara Anda? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan kredit palsu di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban penipuan pemberi pinjaman 6 kredit, saya kehilangan banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka.

    Saya hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari hutang saya sendiri, sebelum saya dibebaskan dari penjara dan seorang teman saya yang saya jelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya kepada perusahaan pinjaman yang dapat diandalkan yaitu SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapatkan pinjaman saya sebesar Rp900.000.000 dari SANDRAOVIALOANFIRM pada tingkat rendah 2% dalam 24 jam yang saya terapkan tanpa tekanan atau stres. Jika Anda membutuhkan pinjaman, Anda dapat menghubungi dia melalui email: (sandraovialoanfirm@gmail.com)

    Jika Anda memerlukan bantuan dalam proses pinjaman, Anda dapat menghubungi saya melalui email: (widyaokta750@gmail.com) dan beberapa orang lain yang juga mendapatkan pinjaman mereka, Mrs. Jelli Mira, email: (jellimira750@gmail.com). Yang saya lakukan adalah memastikan saya tidak pernah membayar pembayaran cicilan bulanan seperti yang disepakati dengan perusahaan pinjaman.

    BalasHapus