Selasa, 01 Oktober 2013

Hindari, 10 Kesalahan Saat Menjual Rumah

Properti — Menjual rumah bisa jadi salah satu masa yang menarik bagi Anda. Tentunya mengasikkan saat memikirkan kesempatan untuk hidup di tempat baru serta mendapatkan keuntungan dari penjualan rumah Anda.
Meski begitu, sebelum Anda terlalu bersemangat dalam menjual rumah, ada beberapa kesalahan dalam menjual rumah yang sebaiknya Anda hindari.
Berikut adalah 10 kesalahan yang umum dilakukan ketika menjual rumah, seperti dirilis pada laman Freshome, di antaranya:
  • Menjual Rumah saat belum siap
Sebelum mulai beriklan tentang penjualan rumah Anda, baik di media cetak, internet, atau memasang tanda di depan rumah Anda, sebaiknya pastikan bahwa Anda telah siap. Kesiapan disini bukan hanya secara fisik namun juga mental.
Secara fisik, maksudnya Anda sudah memiliki rencana tujuan kepindahan Anda. Misalnya bila rumah baru, yang menjadi tujuan pindah Anda, belum selesai dibangun, maka sebaiknya rencanakan kepindahan sementara dengan menyewa kontrakan.
Sementara secara mental, artinya Anda harus siap untuk berpisah dengan lingkungan rumah Anda saat ini. Cobalah untuk membicarakannya dengan keluarga Anda, mengapa Anda perlu pindah. Bila perlu bicarakan dengan tetangga Anda.
Kesalahan saat menjual rumah
  • Tidak memiliki informasi yang cukup saat memasuki pasar properti
Sebelum mulai memasuki pasar properti, sebaiknya bekali diri dengan informasi mengenai kondisi pasar properti selama enam bulan ke belakang. Minimal secara garis besarnya.
Tidak hanya sebatas pada kondisi pasar properti setempat, akan lebih baik bila Anda mengetahui kondisi perekonomian global yang memiliki kemungkinan berdampak pada pasar properti lokal.
Anda bisa mendapatkan informasi ini dengan memperhatikan berita properti terkini, utamanya di sekitar tempat Anda.
  •  Menjual rumah tanpa Perantara dan tanpa penelitian
Beberapa orang ada yang lebih tertarik untuk menjual properti atau rumahnya tanpa melalui perantara karena beberapa alasan. Salah satunya karena tidak mau membayar komisi.
Bila Anda termasuk orang-orang ini, maka adan banyak hal yang harus Anda ketahui dan pelajari sebelum menjual rumah tanpa perantara. Misalnya Anda harus tahu status hukum properti yang dijual, dan memastikan bahwa transaksi tersebut legal secara hukum.
  • Mengacuhkan insting saat mempekerjakan perantara
Sementara itu, memilih untuk menggunakan perantara bisa juga menjadi nilai plus ketika menjual rumah. Perantara bisa membantu Anda untuk menentukan harga rumah, mencari informasi mengenai properti yang telah terjual atau yang juga tengah dijual sebagai perbandingan dengan properti Anda, dan sebagainya. Meski begitu, Anda juga tidak boleh pasrah menerima begitu saja.
Ingatlah, Anda bisa saja lebih tahu mengenai rumah Anda. Bila perantara meminta Anda menjual rumah dengan cara atau harga yang tidak sesuai dengan keinginan atau kebutuhan Anda, pertimbangkanlah untuk mencari perantara lainnya. Carilah yang cocok dan bisa bekerja dengan Anda.
  • Menggunakan jasa makelar karena kenal
Jangan mempekerjakan perantara hanya karena kenal atau karena merupakan anggota keluarga Anda.Pilihlah berdasarkan kemampuan dan profesionalitasnya. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih, dibandingkan dengan mempekerjakan berdasarkan kedekatan personal.
  • Merenovasi rumah secara berlebihan
Sebelum Anda mulai merenovasi rumah dengan tujuan meningkatkan harga jual rumah Anda, ingatlah ada batasan tertentu saat merenovasi tersebut. Misalnya saja “norma” di lingkungan Anda. Apalagi penambahan harga jual rumah sesudah direnovasi, belum tentu tepat sebesar biaya untuk renovasi tersebut.
  • Menetukan harga rumah berdasarkan keuntungan yang ingin didapat
Tentunya seseorang ingin mendapatkan untung saat menjual rumahnya. Namun, jangan dengan seenaknya menentukan harga rumah berdasarkan keuntungan yang ingin didapat, yang bisa berujung pada harga rumah yang kemahalan dan tidak lakunya rumah Anda. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, misalnya harga rumah dengan tipe yang sama di lingkungan Anda, kondisi rumah Anda, dan sebagainya.
  • Mengutamakan perasaan saat bernegosiasi dengan pembeli
Saat menjual rumah, kenangan tentang masa-masa tinggal di rumah tersebut bisa saja mempengaruhi proses negosiasi Anda dengan calon pembeli. Anda harus mengesampikan hal-hal sentimentil seperti ini. Jangan biarkan perasaan Anda mempengaruhi proses penjualan.
Ingatlah, rumah tersebut kini untuk orang lain, dan bukan untuk Anda. Calon pembeli tentu tidak akan tahu kenangan apa saja yang ada di rumah tersebut. Perlakukanlah rumah tersebut sebagai komoditas.
  • Menutupi masalah atau sejarah rumah Anda
Ketika menjual rumah, jangan coba sembunyikan masalah atau sejarah pada rumah tersebut. Sebaiknya, perbaikilah masalah tersebut dan jujurlah dengan calon pembeli. Ketidakjujuran Anda bisa berpengaruh pada kredibilitas dan penawaran harga rumah serta keselamatan pemilik baru di masa mendatang.
  • Menjual rumah yang belum  siap secara fisik
Sebaiknya jangan teburu-buru menjual rumah saat masih dalam tahap renovasi. Calon pembeli bisa-bisa tidak jadi membeli rumah Anda karena melihat rumah belum selesai dibangun. Jadi, bersabarlah untuk mempercantik rumah Anda. (raw)
Sumber: Freshome

0 komentar:

Posting Komentar