Jumat, 11 Oktober 2013

Kredit lewat Flpp di klaim Sukses

Dinamika regulasi di sektor perumahan cukup memengaruhi serapan kredit pembiayaan rumah bersubsidi. Namun, pemerintah optimistis mampu melaksanakan program pengadaan perumahan layak huni buat masyarakat kalangan bawah melalui transaksi KPR FLPP (kredit kepemilikan rumah fasilitas likuiditas pembangunan perumahan).

Realisasi peningkatan penyaluran kredit biasanya dapat dikejar pada tiga bulan terakhir yakni Oktober, November, dan Desember. Saat ini, tren yang terjadi karena pengembang masih menunggu regulasi pemerintah terhadap harga rumah bersubsidi, apakah ada perubahan atau tidak.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), Sri Hartoyo, mengatakan realisasi penyaluran dana FLPP untuk tahun 2013 per 12 September 2013 mencapai 3,163 triliun rupiah, sedangkan berdasarkan unit sudah mencapai 62.076 unit rumah.

Sementara itu, DT Saraswati, Pemimpin BLU PPP Kemenpera, memaparkan hasil pelaksanaan Pameran BLU PPP Expo 2013 yang dilaksanakan di 10 kota besar di Indonesia. "Kemenpera mengklaim mencapai angka 882,6 miliar rupiah untuk sekitar 9.941 unit rumah" ujarnya.

Menurut Saraswati, jumlah transaksi KPR FLPP terbesar ada pada pameran di Malang, yakni sebanyak 3.259 unit, selanjutnya adalah Pontianak 1.718 unit, Palembang 1.272 unit, Bandung 811 unit, dan Banjarmasin 743 unit. Makassar 571 unit, Semarang 552 unit, Tangerang 461 unit, Bogor 355 unit, dan Medan 199 unit.

Kemenpera, imbuhnya, pada tahun 2013 mentargetkan untuk menyalurkan KPR FLPP untuk 121.000 unit rumah dengan nilai FLPP 6,9 triliun rupiah. "Status per 12 September 2013 jumlah unit yang menggunakan KPR FLPP sebanyak 62.076 unit senilai 3,1 triliun rupiah. Jika dipersentasekan nilainya 51,3 persen dari target," terangnya.

Lebih lanjut, dirinya menambahkan pameran BLU PPP Expo 2013 diharapkan dapat memiliki efek domino sekitar lima kali lipat dari jumlah transaksi pada pameran tersebut. Jika pada pameran jumlah transaksi mencapai 9.941 unit diharapkan bisa meningkatkan penyaluran KPR FLPP sebanyak 49.705 unit hingga akhir 2013. "Perkiraan jumlah unit yang terserap hingga akhir 2013 sekitar 111.781 unit senilai 6,4 triliun rupiah atau 92,4 persen," tandasnya.

Kemenpera pada dua bulan terakhir melaksanakan Pameran BLU PPP Expo 2013 yang dilaksanakan di 10 kota besar di Indonesia pada 18 Agustus hingga 8 September 2013. Beberapa kota tersebut, antara lain Bogor, Banjarmasin, Tangerang, Makassar, Palembang, Bandung, Medan, Semarang, Pontianak, dan Malang.

Pameran tersebut diikuti oleh para pengembang dari semua asosiasi pengembang di Indonesia, Perumnas, bank pelaksana KPR FLPP yang bekerja sama dengan Kemenpera, pemda, Jamsostek, Bapertarum PNS, dan YKPP.

Sementara itu, ditegaskan juga, Kemenpera mendukung pengalihan subsidi BBM untuk program perumahan swadaya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Diharapkan dengan pengalihan subsidi BBM bisa meningkatkan bantuan stimulus kepada masyarakat.

Setidaknya 3 triliun rupiah bisa didapat dari pengalihan subsidi BBM untuk perumahan swadaya. Dia juga menambahkan saat ini ada 7,9 juta rakyat Indonesia menghuni rumah tidak layak. Salah satu bentuk dukungan yang ditunjukkan Kemenpera untuk pengalihan subsidi BBM adalah membuat iklan yang sudah tayang di televisi secara nasional sejak hari Sabtu lalu.

Saat ini, dari target 2013 sebanyak 200.000 rumah, Kemenpera telah memperbaiki 52.000 rumah swadaya, dengan anggaran 2 triliun rupiah. Tambahan 3 triliun ini, 1 triliun untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan bangunan akibat kenaikan harga BBM, sisanya untuk pembangunan 200.000 rumah swadaya lagi. Hal ini sudah diajukan di DPR pada pertemuan lalu, tinggal menunggu persetujuan dari Departemen Keuangan. had/E-6

0 komentar:

Posting Komentar