Rabu, 16 Oktober 2013

Krisis Properti Amerika Bisa Diatasi dengan KPR Syariah -

SolusiProperti.Com - Krisis properti yang dirundung Amerika Serikat hampir lima tahun terakhir, menyisakan keraguan terhadap perbankan konvensional yang menganut sistem bunga. Bahkan, hingga kini bank masih membayar denda yang sangat besar dan mereka masih dalam proses penyelidikan pidana dan perdata dari instansi pemerintah.Pada dasarnya, bank konvensional meminjamkan KPR jika konsumen layak kredit, tak peduli apakah investasi properti yang diminati layak investasi. Padahal, investasi properti bisa berhasil atau gagal. Jika investasi tersebut gagal, maka konsumen akan berutang uang sejumlah yang dipinjam plus bunga kepada bank.

Bank-bank syariah, di sisi lain, memiliki aturan yang lebih ketat dan tidak akan memberi KPR jika investasi properti yang tersebut mereka anggap tidak baik. Inilah kunci bagi bank-bank syariah: berbagi risiko.

Berbagi Untung, Berbagi Rugi
Perbankan syariah berkembang di Amerika sebagai alternatif pemberi pinjaman, tidak hanya kepada konsumen yang beragama Islam. Prinsip-prinsip yang mendasari perbankan syariah adalah keadilan dan tanggung jawab bersama.

Yahia Abdul-Rahman, CEO Lariba, sebuah institusi keuangan syariah di Amerika Serikat menuturkan, untuk menentukan bagus-tidaknya sebuah investasi properti, pihak bank syariah menggunakan model penghitungan tingkat pengembalian investasi (return on investment) berdasarkan perkiraan sewa.

“Jika return on investment (RoI) lebih tinggi dari yang diharapkan, maka investasi tersebut baik. Kami akan memberitahu konsumen bahwa dia telah menemukan rumah yang tepat untuk berinvestasi, dan kami akan memberi pembiayaan,” jelas Yahia kepada International Business Times.

Keindahan model bisnis syariah, imbuh Yahia, adalah bank akan berbagi kerugian, sehingga konsumen tidak terbebani sendiri jika harga rumah turun. Misalnya, jika konsumen dan bank masing-masing memiliki 50% rumah senilai USD100.000, tetapi kemudian harga rumah turun 20%, maka konsumen dan bank masing-masing merugi USD10.000.

Hal ini berbeda dengan bank skema bank konvensional, dimana konsumen akan kehilangan USD20.000, ditambah jumlah utang plus bunga kepada bank.

“Namun, aturan ketat yang diterapkan bank syariah membuat investasi rumah yang dibiayai jarang mengalami kerugian,” kata Yahia.

Apakah pembiayaan syariah bisa menjadi jawaban bagi krisis properti di Amerika Serikat? Kita lihat saja nanti. [ant/fa]
- See more at: http://www.solusiproperti.com/estateconomics/bank/artikel/krisis-properti-amerika-bisa-diatasi-dengan-kpr-syariah#sthash.IUXwl67O.dpuf

1 komentar:

  1. Halo, nama saya Laima, saya adalah korban di tangan kreditur penipuan saya telah ditipu 27 juta, karena saya butuh modal besar dari 140 juta, saya hampir mati, tidak ada makanan untuk anak-anak saya, bisnis saya adalah hancur dalam proses saya kehilangan hubsand saya. Saya dan anak-anak saya tidak tahan lagi. semua ini terjadi Januari 2015, tidak sampai saya bertemu dengan seorang teman yang memperkenalkan saya kepada ibu yang baik Mrs Alexandra yang akhirnya membantu saya mendapatkan mengamankan pinjaman di perusahaannya, ibu yang baik, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih dan Allah terus memberkati Anda , saya juga ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberitahu semua orang Indonesia, bahwa ada banyak penipuan di luar sana, jika Anda membutuhkan pinjaman dan kontak pinjaman dijamin ibu yang baik Alexandra melalui email perusahaan. alexandraestherloanltd@gmail.com
    atau alexandraestherfastservice@cash4u.com,
    Anda dapat menghubungi saya melalui email ini; laimajelena@gmail.com untuk setiap informasi yang Anda perlu tahu, silakan dia adalah satu-satunya orang yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya.
    Terima kasih.

    BalasHapus