Selasa, 01 Oktober 2013

Pemberlakuan Aturan KPR Inden Dinilai Kurang Tepat

KPR — Pengetatan aturan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR terkait KPRrumah inden untuk rumah kedua dan seterusnya menuai kritikan dari beberapa pihak. Aturan yang resmi diberlakukan oleh Bank Indonesia pada hari Senin, 30 September 2013, lalu ini dianggap berlebihan.
Hall ini disampaikan oleh CEO Riscon Realty, Ari Tri Priyono.
“Yang dilakukan BI itu terlalu berlebihan,” tutur Ari, seperti dikutip pada laman Property Okezone, Senin (30/09/13).
Menurut Ari, akan lebih baik bila aturan tersebut diberlakukan untuk rumah ketiga, atau pada penjualan apartemen yang seharusnya diberikan perhatian lebih. “Mending rumah ketiga. Apartemen yang sebenarnya perlu diawasi,” tambahnya.
Aturan KPR Inden rumah kedua
Ia mengatakan, aturan tersebut dinilai akan memberatkan masyarakat. Apalagi, konsumen yang banyak membei rumah adalah kalangan menengah ke bawah dengan harga rumah pada kisaran Rp200-500 juta.
“Masa masyarakat yang mau beli harga Rp200 juta sampai Rp500 juta harus jual rumah rumah pertama,” ujarnya.
Ari juga mengatakan waktu diberlakukannya aturan ini kurang tepat. Menurut Ari, aturan ini seharusnya diberlakukan pada awal tahun.
Hal senada juga diungkapkan oleh REI (Real Estate Indonesia) yang menilai waktu diberlakukannya aturan tersebut memang kurang tepat.
“Kebijakan ini kenapa harus bulan ini? Dolar kan lagi melemah juga,” ujar Preadi Ekarto, Wakil Ketua Umum Bidang Rumah Sederhana.
Sementara itu, sebelumnya, Peter Jacobs, Direktur Departemen Komunikasi BI menjelaskan, revisi aturan LTV KPR ini bukan melarang pembelian rumah kedua dalam status inden. Melain bank tidak memberikan KPR untuk rumah kedua dan seterusnya.
“Jadi bukan rumahnya dilarang inden, tapi KPR. Kalau masyarakat sudah melunasi KPR pada rumah sebelumnya, maka boleh mengajukan KPR lagi secara inden. Kalau KPR pertamanya belum lunas, maka KPR kedua tidak boleh inden,” jelas Peter, seperti dikutip pada laman Keuangan Kontan, Jumat (20/09/13) (raw)

Sumber: Property Okezone, Keuangan Kontan

0 komentar:

Posting Komentar