Selasa, 01 Oktober 2013

Persiapkan 6 Biaya Beli Rumah Bekas Ini

Beli Rumah Bekas — Saat membeli rumah, biasanya akan ada biaya yang dibebankan, baik kepada pembeli maupun penjual atau pengembang. Tidak hanya biaya untuk pembelian rumah baru namun juga biaya saat membeli rumah bekas atau seken.
Besaran biaya ini ada yang sudah tetap dan dibayarkan secara resmi kepada pemerintah, ada juga yang masih bisa dinegosiasikan dan dibayarkan kepada petugas atau pejabat yang melaksanakan jual beli tersebut.
Setidaknya ada 6 biaya yang harus Anda persiapkan untuk membeli rumah bekas, seperti dirilis pada laman detikFinance, berikut ini:
  • Biaya Pengecekan Sertifikat
Pengecekan sertifikat ini dilakukan untuk memastikan sertifikat rumah tersebut tidak memiliki catatan masalah seperti blokir, sita, dan lainnya. Pengecekan ini bisa dilakukan di kantor pertanahan setempat sebelum proses jual beli dilakukan.
Biaya beli rumah bekas
  • Biaya Akta Jual Beli
Besaran biaya akta jual beli ini biasanya dipatok oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebesar 1% dari nilai transaksi. Namun Anda masih bisa menawar harga ini. Biaya ini bisa dibayar dengan cara dibagi dua antara pembeli dan penjual, atau juga bisa ditanggung oleh salah satu pihak, tergantung dengan kesepakatannya.
  • Biaya Balik Nama
Biaya balik nama ditanggung oleh pembeli melalui PPAT yang mengajukan proses balik nama, di Kantor Pertanahan Setempat. Besarannya ditentukan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Biaya PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak)
Besaran PNBP ini sebesar 1 0/00 (satu perseribu/permil) dari Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah. Biaya ini dibayar sekaligus saat pengajuan Balik Nama atau Peralihan Hak.

  • PPh (Pajak Penghasilan)
Besaran PPH ditetapkan sebesar 5% dari jumlah transaksi. PPh dibayarkan di bank penerima pembayaran dan kemudian divalidiasu ke kantor pajak setempat. PPh harus dibayar sebelum akta jual beli ditandatangani. Pembayaran PPh ini biasanya ditanggung oleh penjual, meski ada juga yang dibebankan kepada pembeli, tergantung pada kesepakatan antara penjual dan pembeli.
  • BPHTB (Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan)
Biaya BPHTB dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. Biaya ini dikenakan tidak hanya pada saat terjadinya jual beli, tapi juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, misalnya saja hibah, waris, tukar-menukar, pemasukan tanah ke dalam perseroan dan sebagainya.
Besaran BPHTB ini didapat dengan dasar perhitungan nilai transaksi  atau NPOP (Nilai Perolehan Objek Pajak) dikurang NJTKP (Nilai Jual Tidak Kena Pajak) kemudian dikali 5%.
BPHTB = (NPOP-NJTKP) x 5%
Besaran NJTKP ini berbeda-beda di tiap daerah.
Dengan mengetahui biaya yang perlu dikeluarkan ini, persiapan untuk membeli rumah seken Anda pun bisa lebih lancar.
(raw)
Sumber: detikFinance

0 komentar:

Posting Komentar