Selasa, 14 Januari 2014

BPR Hipmi DKI coba bertahan, tawarkan bunga kredit rendah

Merdeka.com - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dikelola Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jaya Raya mengaku punya strategi khusus untuk bertahan di bisnis pembiayaan. Yakni penawaran bunga kredit rumah dan mobil rendah, kepada nasabah yang kebanyakan berdomisili di pinggiran ibu kota.
Anggota Dewan Pembina Hipmi Jaya Eman Setiawan menyatakan penawaran bunga rendah itu penting, supaya BPR yang mereka kelola dapat bersaing dengan perbankan utama. Apalagi, kini cicilan kredit semakin besar, akibat keputusan Bank Indonesia menaikkan Suku Bunga Acuan alias BI Rate hingga 7,5 persen.
"Kami punya kebijakan khusus membantu pembiayaan dengan suku bunga yang cenderung kompetitif," ujarnya di Jakarta, Minggu (12/1).
Nasabah utama BPR Hipmi Jaya saat ini berada di kawasan suburban. Misalnya Cikande, Serang, atau di Tangerang, Serang, hingga Bekasi. "Karena kalau di Jakarta sudah ada BPD, jadi supaya tidak overlapping," kata Eman.
BPR Hipmi Jaya menawarkan suku bunga pinjaman 5 persen per tahun, bebas biaya admin. Penentuan suku bunga itu nanti bisa berubah, didasarkan pada saldo harian nasabah.
Bank bermodal inti kurang dari Rp 1 miliar ini mengaku punya produk selain kredit murah. Salah satunya adalah deposito berjangka, dengan suku bunga muka 8,5 persen, dengan jangka waktu antara 1-12 bulan.
Dengan beberapa strategi ramah buat nasabah kecil itu, Eman mengklaim kinerja BPR Hipmi Jaya relatif kinclong meski bukan lembaga keuangan dengan banyak modal. "Omzet kami tahun lalu kira-kira RP 4 miliar," tandasnya.

0 komentar:

Posting Komentar