Jumat, 07 Februari 2014

REI Minta BI Longgarkan Aturan KPR

JAKARTA - Pertengahan tahun 2013, masyarakat dikejutkan dengan beberapa aturan Bank Indonesia(BI) dalam kepemilikan rumah. Di antaranya Loan to Value (LTV), penyetopan KPR inden, dan yang terakhir kenaikan suku bunga BI sebesar 7,5 persen.

"Dengan beruntunnya kebijakan BI ini membuat pasar properti melemah. Ditambah lagi 2014 yang ditetapkan sebagai tahun politik. Investor lebih cenderung wait and see dalam usahanya," ucap Ketua DPP REI Eddy Hussy dalam konfrensi pers Real Estate Indonesia, Senin (27/1/2014).

Menurut Eddy sejak diberlakukannya aturan BI, kondisi perekonomian masyarakat menjadi menurun. Penjualan di pasar properti menurun hingga 30 persen.

"Bahkan pengembang di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Balikpapan, Samarinda, dan lain-lain mengalami penurunan," tuturnya.

Eddy berharap, agar BI mau mempertimbangkan kembali penerapan kebijakan tersebut. Tidak minta dibatalkan, tapi dipermudah, misalnya dalam penetapan KPR inden.

Kendati demikian, dia optimistis pengembang bisa menyiasati kondisi ini dengan membuat produk yang pas sesuai keinginan pasar, baik dari sisi harga, ukuran, pola pembiayaan agar usahanya tetap berkembang.
(wdi)
sumber okezone

0 komentar:

Posting Komentar