Selasa, 01 April 2014

Catat Laba Bersih Rp1,56 Triliun, BTN Tetap Fokus Sebagai Bank Perumahan

JAKARTA, jktproperty.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk menegaskan backlog penyediaan rumah bagi masyarakat merupakan potensi bisnis yang sangat besar dan BTN tetap akan fokus sebagai bank peruahan (housing bank) yang memberikan dukungan pembiayaan perumahan bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam mendukung program perumahan nasional melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Backlog penyediaan rumah bagi masyarakat merupakan potensi bisnis yang sangat besar dan BTN akan bekerja keras menjadi pendamping pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan rumah tersebut. Kami [BTN] akan tetap fokus sebagai bank perumahan di Indonesia," ujar Dirut BTN Maryono kepada pers usai Rapat Umum Pemegag Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta kemarin.
Menurut dia, kinerja BTN hingga kini juga tak terpengaruh adanya rencana Kementerian BUMN yang disebut-sebut tengah melakukan kajian khusus mengenai akuisisi PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) terhadap BTN. Mandiri nantinya akan memegang penuh saham BTN dan menjadi entitas dari bank berlogo pita emas tersebut. Selain Mandiri, BRI juga disebut-sebut berminat mengakuisisi BTN. "Khusus mengenai akuisisi, RUPST tidak membicarakan hal itu, kami tetap fokus pada apa yang menjadi pekerjaan kami," tuturnya.
Berdasarkan kinerja perseroan per 31 Desember 2013 (audited), laba bersih BTN sebesar Rp1,56 triliun atau tumbuh 14,53% dibandingkan perolehan laba 2012. sebesar Rp 1,36 triliun. Perolehan laba ditopang pendapatan bunga bersih (net interest income) sebesar Rp 5,63 triliun. Bank BTN berhasil meraup keuntungan dari pendapatan operasional sebesar Rp2,13 triliun.
Sementara itu RUPST BTN kemarin juga menunjuk empat orang direksi baru untuk diikutsertakan dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). RUPST menyetujui perubahan pengurus Bank BTN dengan mengangkat Hulmansyah, Sri Purwanto, Rico Budidarmo dan Imam Nugroho Soeko sebagai Direktur Bank BTN. Hulmansyah dan Sri Purwanto merupakan kader dari internal Bank BTN, sedangkan Rico Budidarmo sebelumnya bertugas di Bank BRI dan Imam Nugroho Soeko bertugas di Bank Mandiri.
"Keputusan perubahan pengurus Bank BTN dalam RUPST ini menjadi jawaban sekaligus melengkapi jumlah direksi yang ada selama ini. Diharapkan dengan telah terpenuhinya jumlah direksi maka perseroan akan berjalan normal dengan performa kinerja 2014 yang lebih baik. Kami akan bekerja keras untuk itu," kata Maryono. (EKA)

0 komentar:

Posting Komentar