Senin, 08 September 2014

Bunga KPR di Singapura 4%, di Indonesia 13%

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) yang ditetapkan sejumlah perbankan Indonesia sudah terlalu tinggi.

Namun, pernyataan dari OJK tersebut dibantah oleh Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Budi G Sadikin. Menurut dia, bunga KPR yang tinggi itu disebabkan oleh tingkat inflasi yang juga tinggi.

"Saat ini bunga KPR di bank tinggi disebabkan oleh inflasi yang juga tinggi. Nah itu yang mesti harus di adjust kita harus turunkan inflasi supaya cost of fund turun. Kalau cost of fund turun maka ratenya bisa turun," ungkap dia.

Ia pun membandingkan bunga KPR bank di Singapura. Ia mengakui, negara maju seperti Singapura saja bisa mematok bunga KPR menjadi 4 persen. "Di Singapura bisa 4 persen, kok di sini bunganya 13 persen." tanyanya.

Selain itu, ia juga membandingkan dengan kisaran bunga KPR yang juga merujuk pada suku bunga deposito.

"Di sini bunga deposito 11 persen, di Singapura bunga deposito 1/4 persen. Kalau ditanya kenapa harga handphone di Indonesia lebih mahal daripada di Singapura. Tergantung modalnya. Kalau dia beli HP 1.000 apa bisa dijual 500? Kan nggak bisa. Di sini bunga deposito sudah 10 hingga 11 persen, jadi kita enggak mungkin lebih rendah daripada 10 hingga 11 persen kalau enggak mau rugi," ungkapnya. (wdi)
 
Hendra Kusuma - Okezone

0 komentar:

Posting Komentar