Senin, 15 Desember 2014

BNI Targetkan KPR Rp34 Triliun

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan kredit kepemilikan rumah (KPR) senilai Rp34 triliun pada akhir tahun. Hingga Oktober, nilai KPR perseroan tercatat sudah menyentuh angka Rp33,4 triliun.
Direktur Konsumer dan Ritel BNI Darmadi Sutanto bisnis KPR perbankan secara umum pada tahun ini bergerak stagnan kecuali KPR milik BTN. BNI pada tahun ini dengan susah payah hanya mampu tumbuh 5%.
“Perlambatan KPR terjadi karena kebijakan loan to value (LTV) yang dirilis Bank Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Selasa (25/11).
Darmadi mengatakan perseroan akan tetap mempertahankan suku bunga KPR untuk menghindari kredit macet.
Dia menjelaskan kenaikan BI Rate dan BBM kemungkinan besar akan berdampak pada kenaikan rasio non performing loan (NPL) sehingga perseroan akan lebih giat melakukan penagihan kepada nasabah dan memberikan solusi untuk menjual aset dan lainnya untuk pembayaran.
Darmadi berpendapat bisnis KPR perbankan secara umum pada tahun ini bergerak stagnan kecuali KPR milik BTN. BNI pada tahun ini dengan susah payah hanya mampu tumbuh 5%. Perlambatan KPR, menurutnya, merupakan dampak dari kebijakan loan to value (LTV) yang dirilis BI.
"NPL KPR kami saat ini pada level 1,68% dan akan kami manage hingga akhir tahun di posisi itu."

0 komentar:

Posting Komentar